Besik Telega Dorogayung

Sumaryadi 01 Oktober 2026 13:25:19 WIB

Pacarejo (SIDA) - Suasana khidmat bercampur meriah menyelimuti kawasan Telaga Dorogayung, Kalurahan Pacarejo, Kapanewon Semanu, Kabupaten Gunungkidul pada Kamis, 01 Oktober 2026. Ratusan warga yang berasal dari empat padukuhan berkumpul untuk melaksanakan upacara adat Besik Telaga Dorogayung, sebuah tradisi turun-temurun pembersihan telaga yang digelar secara berkala setiap empat tahun sekali.

Acara sakral ini dihadiri langsung oleh Lurah Pacarejo, Suhadi, S.A.P., beserta jajaran pamong kalurahan Pacarejo, tokoh adat, serta masyarakat setempat yang antusias menjaga warisan leluhur mereka.

Tradisi Besik Telaga Dorogayung bukan sekadar rutinitas kebersihan, melainkan manifestasi nyata dari kerukunan dan rasa syukur warga atas melimpahnya sumber daya air. Empat padukuhan yang terlibat langsung sebagai peserta utama dalam kegiatan ini meliputi:

  • Padukuhan Dengok Lor
  • Padukuhan Dengok Kidul
  • Padukuhan Ngampo Trukan
  • Padukuhan Ngampo

Sejak pagi hari, warga dari lintas generasi berbondong-bondong membawa berbagai perlengkapan. Mereka bahu-membahu membersihkan area sekitar Telaga Dorogayung, mulai dari memotong semak belukar hingga membersihkan sampah di sekitar sumber air. Semangat gotong royong tampak jelas dalam kebersamaan yang terjalin erat di antara warga keempat padukuhan tersebut.

Setelah prosesi pembersihan lingkungan telaga selesai, rangkaian acara dilanjutkan dengan ritual kenduri bersama sebagai bentuk doa keselamatan dan ungkapan syukur. Suasana ritual yang magis segera berganti menjadi kemeriahan budaya saat paguyuban seni tradisional Ledheg / Tayub mulai unjuk gigi.

Alunan musik gamelan Jawa yang rancak mengiringi gerak gemulai para penari Tayub, menghibur seluruh warga yang telah lelah bekerja bakti. Pentas seni tradisional ini sengaja disajikan tidak hanya sebagai hiburan rakyat, tetapi juga sebagai media untuk nguri-uri (melestarikan) kebudayaan asli Yogyakarta agar tidak lekang oleh zaman.

Lurah Pacarejo, Suhadi, S.A.P., dalam sambutannya menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada seluruh warga masyarakat dari empat padukuhan yang tetap teguh menjaga tradisi ini. Beliau menegaskan bahwa pemerintah kalurahan akan terus mendukung penuh kegiatan adat budaya yang memiliki nilai luhur seperti Besik Telaga Dorogayung.

"Telaga Dorogayung adalah bagian dari urat nadi kehidupan masyarakat Pacarejo. Melalui kegiatan yang diadakan empat tahun sekali ini, kita tidak hanya diajarkan untuk menjaga kebersihan alam dan ketersediaan air, melainkan juga merawat tali silaturahmi serta memperkuat jati diri kebudayaan kita. Kehadiran seni Ledheg atau Tayub hari ini menjadi bukti bahwa budaya dan alam bisa berjalan beriringan dalam harmoni," tutur Suhadi.

Acara yang berlangsung hingga sore hari tersebut berjalan dengan tertib, aman, dan penuh kedamaian. Warga berharap, melalui pelaksanaan Besik Telaga Dorogayung ini, berkah air dan kesuburan tanah di wilayah Kalurahan Pacarejo akan terus terjaga hingga generasi-generasi yang akan datang.

 

Belum ada komentar atas artikel ini, silakan tuliskan dalam formulir berikut ini

Formulir Penulisan Komentar

Nama
Alamat e-mail
Kode Keamanan
Komentar
 
Pencarian
Sekilas Info!
Arsip Artikel
Galeri Foto
Statistik Kunjungan
Hari ini
Kemarin
Total Visitor
Media Sosial