Lomba GKSTTB Peduli Stunting tingkat DIY Kalurahan Pacarejo

Sumaryadi 15 September 2026 12:08:27 WIB

Pacarejo (SIDA) - Aula Balai Kalurahan Pacarejo, Kapanewon Semanu, dipadati oleh pengurus dan anggota TP PKK Pacarejo kader kesehatan, pamong, dan segenap tokoh masyarakat. Tepat pada Senin (14/09/2026), Kalurahan Pacarejo menerima kunjungan penting dari Tim Evaluasi Lapangan Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Pertemuan ini menandai langkah maju Pacarejo yang secara resmi mewakili Kabupaten Gunungkidul dalam ajang Lomba Gerakan Keluarga Sehat Tanggap Tangguh Bencana (GKSTTB) Peduli Stunting tingkat Provinsi DIY tahun 2026.

Langkah Pacarejo menuju kompetisi tingkat regional ini merupakan buah dari kerja keras kolaboratif yang panjang. Berangkat dari tantangan kasus tengkes (stunting) di wilayahnya, Pemerintah Kalurahan (Pemkal) Pacarejo di bawah kepemimpinan Lurah Suhadi merespons cepat dengan menyusun strategi konvergensi penanganan stunting yang terstruktur, mulai dari pengalokasian khusus Dana Desa hingga intervensi gizi berbasis pangan lokal di setiap padukuhan.

Di hadapan Tim Penilai Provinsi DIY, dipaparkan bagaimana kuatnya jalinan sinergi lintas sektoral yang menjadi kunci utama keberhasilan Pacarejo. Kolaborasi aktif ini terwujud nyata antara Tim Penggerak PKK, Kader Pembangunan Manusia (KPM), Petugas Lapangan Keluarga Berencana (PLKB) Kapanewon Semanu, serta dukungan layanan intensif dari UPT Puskesmas Semanu II.

Melalui payung program GKSTTB, Kalurahan Pacarejo tidak hanya berfokus pada penanganan balita yang mengalami stunting, melainkan menitikberatkan pada aspek hulu melalui pencegahan dini. Berbagai inovasi program yang diunggulkan meliputi:

  • Edukasi Ibu Hamil & Calon Pengantin (Catin): Pendampingan intensif agar memahami pola asuh, pentingnya gizi, serta pemeriksaan kesehatan berkala untuk mencegah lahirnya bayi stunting baru.
  • Pemberdayaan Kampung Anak Sejahtera: Mengoptimalkan peran posyandu di tingkat padukuhan melalui pelatihan pengelolaan pangan lokal demi pemenuhan asupan gizi kronis pada balita.
  • Peningkatan Sarana Sanitasi & Air Bersih: Mengintegrasikan pembangunan fisik desa dengan akses sanitasi layak guna menunjang kesehatan lingkungan keluarga.

Suasana evaluasi lapangan di Aula Balai Kalurahan Pacarejo berlangsung dinamis dan penuh optimisme. Keaktifan para kader saat mempresentasikan data presisi serta keandalan simulasi penanganan tanggap bencana kesehatan berbasis keluarga mendapat apresiasi positif.

Suhadi Lurah Pacarejo menegaskan bahwa keikutsertaan dalam lomba tingkat DIY ini bukan sekadar mengejar status juara. Lebih dari itu, momentum ini menjadi sarana evaluasi mandiri sekaligus penguat komitmen warga agar gerakan peduli stunting terus membudaya dalam kehidupan sehari-hari.

Dengan semangat gotong royong khas bumi Handayani, Kalurahan Pacarejo optimis dapat memberikan hasil terbaik bagi Kabupaten Gunungkidul di tingkat DIY, sekaligus mewujudkan lingkungan yang sehat, tanggap, dan tangguh bencana demi masa depan anak-anak yang gemilang.

 

Belum ada komentar atas artikel ini, silakan tuliskan dalam formulir berikut ini

Formulir Penulisan Komentar

Nama
Alamat e-mail
Kode Keamanan
Komentar
 
Pencarian
Sekilas Info!
Arsip Artikel
Galeri Foto
Statistik Kunjungan
Hari ini
Kemarin
Total Visitor
Media Sosial