Greenhouse Melon Pacarejo Agridaya Kini Berbasis IoT, Pantau pH Nutrisi Lewat Ponsel
Sumaryadi 29 Agustus 2026 07:03:24 WIB
Pacarejo (SIDA) - Kelompok KKNT Inovasi IPB University Desa Pacarejo 2026 memasang sistem Internet ofThings (IoT) pemantau derajat keasaman (pH) larutan nutrisi di Greenhouse Pacarejo Agridaya, Dusun Ngampo, Kalurahan Pacarejo, Kapanewon Semanu, Kabupaten Gunungkidul, pada Senin (11/8/2026).
Sistem ini memungkinkan pengelola greenhouse memantau kondisi nutrisi tanaman melon secara real-time langsung dari layar telepon genggam. Perangkat yang dipasang berupa dua unit pH meter digital berbasis mikrokontroler ESP32 yang dilengkapi sensor pH analog. Sensor membaca kadar keasaman larutan nutrisi, lalu ESP32 mengirimkan data tersebut melalui jaringan internet ke platform Blynk.
Melalui aplikasi Blynk di telepon genggam, pengelola dapat melihat nilai pH terkini beserta status aktif atau tidaknya masing-masing sensor. Derajat keasaman larutan nutrisi merupakan salah satu faktor penentu keberhasilan budidaya melon dalam greenhouse. Nilai pH yang menyimpang dari rentang ideal membuat unsur hara sulit diserap akar meskipun larutan nutrisi telah diberikan dalam jumlah cukup. Karena itu, pemantauan pH perlu dilakukan rutin dan konsisten.
Sebelum adanya sistem ini, pengecekan pH dilakukan secara manual sehingga pengelola harus mendatangi lokasi setiap kali ingin mengetahui kondisi larutan nutrisi. Dengan sistem IoT, pemantauan menjadi lebih praktis karena dapat dilakukan kapan saja tanpa harus berada di greenhouse.
Pemasangan dilakukan bersama dua pengelola Greenhouse Pacarejo Agridaya, Barti dan Dwi, yang sekaligus menerima pendampingan langsung mengenai cara membaca data pada dashboard Blynk. Keduanya menyatakan merasa terbantu dengan hadirnya sistem pemantauan tersebut. “Semoga manfaat dari teman-teman IPB ini dapat membantu kami di sini,” ujar Barti.
Sebagai bentuk keberlanjutan program, tim KKNT Inovasi IPB University Desa Pacarejo 2026 juga menyusun Standar Operasional Prosedur (SOP) konfigurasi ulang perangkat. SOP tersebut memuat panduan bergambar untuk memindahkan koneksi ESP32 dari modem portable ke jaringan Wi-Fi greenhouse, mulai dari pemasangan Arduino IDE, instalasi library dan board manager yang dibutuhkan, penyesuaian nama dan kata sandi jaringan pada program, hingga cara memasang serta menggunakan aplikasi Blynk.
Dengan SOP ini, pengelola dapat menyesuaikan sendiri pengaturan perangkat apabila jaringan internet di greenhouse berubah, tanpa harus bergantung pada tim mahasiswa.
Program ini menjadi salah satu bentuk penerapan pertanian cerdas (smart farming) di tingkat kalurahan, yaitu pemanfaatan teknologi sederhana dan terjangkau untuk mendukung pengambilan keputusan budidaya. Ke depan, sistem serupa berpotensi dikembangkan untuk memantau parameter lain seperti suhu, kelembapan udara, maupun kepekatan larutan nutrisi.
Selepas masa penugasan tim KKNT berakhir, pengelola greenhouse menyampaikan harapannya agar program yang telah dijalankan dapat terus berlanjut. “Semoga ilmu dan program yang teman-teman bagi untuk kami bisa membawa manfaat dan menjadikan Pacarejo Agridaya lebih baik lagi" tulis Barti dalam pesannya kepada tim.
Formulir Penulisan Komentar
Pencarian
Sekilas Info!
Arsip Artikel
- Greenhouse Melon Pacarejo Agridaya Kini Berbasis IoT, Pantau pH Nutrisi Lewat Ponsel
- Muskal Review RPJM 2022-2029 dan Rencana Pembangunan tahun 2027
- KKNT IPB 2026 Dorong Penguatan Manajemen Kandang Kambing Komunal di Desa Pacarejo
- KKN IPB Konsep Kampung Thiwul di Pacarejo
- Rakor Update Data Informasi
- Dokumen Kesiapsiagaan Bencana/Keadaan Darurat
- Daftar Informasi Publik
Statistik Kunjungan
| Hari ini | ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() |
| Kemarin | ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() |
| Total Visitor | ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() |










