KKN IPB Konsep Kampung Thiwul di Pacarejo
Sumaryadi 27 Agustus 2026 13:22:08 WIB
Pacarejo (SIDA) — Thiwul bukan sekadar pangan tradisional berbahan dasar singkong. Di tengah perubahan zaman dan semakin beragamnya pilihan pangan, keberadaan thiwul menyimpan potensi untuk menjadi bagian dari identitas sekaligus daya tarik wisata lokal di Pacarejo. Melihat potensi tersebut, mahasiswa KKN IPB merancang konsep pengembangan Kampung Thiwul sebagai desa wisata berbasis potensi lokal.
Gagasan ini berangkat dari persoalan bagaimana membangun identitas Kampung Thiwul agar dapat dikenal dan dimiliki oleh masyarakat Pacarejo, sekaligus menjaga agar thiwul tetap eksis dan berkembang sebagai bagian dari potensi lokal desa. Tantangannya bukan hanya mempertahankan thiwul sebagai makanan tradisional, tetapi juga menemukan cara agar keberadaannya dapat dikemas menjadi pengalaman yang menarik bagi masyarakat maupun wisatawan.
Dalam prosesnya, mahasiswa KKN IPB melakukan identifikasi terhadap potensi dan permasalahan yang dimiliki Kampung Thiwul. Hasil identifikasi tersebut kemudian menjadi dasar dalam penyusunan Business Model Canvas (BMC) serta rancangan blueprint dan skema wisata.
Konsep yang dirancang menempatkan thiwul sebagai bagian utama dari identitas dan pengalaman wisata. Unsur tradisi, produk thiwul, aktivitas masyarakat, hingga potensi lingkungan sekitar diintegrasikan kedalam sebuah konsep perjalanan wisata yang diharapkan dapat memberikan pengalaman sekaligus edukasi kepada pengunjung.
Tidak berhenti pada aspek wisata, rancangan ini juga diarahkan untuk membuka peluang keterlibatan masyarakat dalam pengembangan Kampung Thiwul. Masyarakat dapat menjadi bagian penting dalam pengelolaan aktivitas wisata, penyediaan produk lokal, maupun pengembangan berbagai produk olahan
berbasis thiwul.
Konsep tersebut kemudian dipaparkan kepada perangkat desa pada 6 Agustus 2026 di Posko KKN IPB, Rumah Pak kumoro (Dukuh Dengok Lor). Pemaparan dilanjutkan dengan diskusi dan pengumpulan masukan untuk menyesuaikan rancangan dengan kondisi serta kebutuhan masyarakat Pacarejo. Respons positif diberikan oleh perangkat desa terhadap konsep yang dipaparkan. Rancangan dinilai dapat memberikan gambaran baru mengenai bagaimana thiwul dapat dikembangkan tidak hanya sebagai produk pangan, tetapi juga sebagai identitas dan daya tarik wisata Kampung Thiwul.
Meski demikian, pengembangan Kampung Thiwul masih membutuhkan proses yang panjang. Keterlibatan masyarakat secara lebih luas menjadi salah satu faktor penting agar identitas Kampung Thiwul tidak hanya menjadi sebuah konsep, tetapi benar-benar dapat dimiliki dan dijalankan bersama.
Kesiapan pengelola, fasilitas pendukung, serta keberlanjutan aktivitas wisata juga perlu dipersiapkan sebelum konsep dapat direalisasikan.
Melalui rancangan ini, Kampung Thiwul diharapkan tidak hanya mampu mempertahankan keberadaan thiwul sebagai warisan pangan lokal, tetapi juga menjadikannya sebagai identitas yang dapat memperkenalkan Pacarejo kepada masyarakat yang lebih luas. Dari pangan tradisional, thiwul berpeluang tumbuh menjadi pengalaman wisata yang membawa cerita, budaya, dan potensi masyarakat lokal.
Formulir Penulisan Komentar
Pencarian
Sekilas Info!
Arsip Artikel
Statistik Kunjungan
| Hari ini | ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() |
| Kemarin | ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() |
| Total Visitor | ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() |








